Showing posts with label Susur Pantai. Show all posts
Showing posts with label Susur Pantai. Show all posts

Saturday, June 5, 2010

Touring Susur Pantai 2 Selatan Jawa Barat Bag. 2

Bro and Sist semua... mohon maaf sebelumnya karena kelanjutan catatan Touring Susur Pantai 2 Selatan Jawa Barat baru ane posting... Kerjaan ane lagi banyak kemaren jadi baru sempet deh ane posting sekarang... so mari kita simak bersama Lanjutan Touring Susur Pantai 2 bersama BM2C menggunakan "MY LUNA" (Black Vixy '08)... Touring Susur Pantai 2 Selatan Jawa Barat Bagian ke -2.

Adzan Subuh berkumandang dari muadzin di Masjid Al Falah tempat kami beristirahat dan bermalam, membangunkan ane dan bro dede dari tidur lelap kami. Setelah duduk sejenak dan minum air mineral, ane pun bergegas untuk menunaikan Shalat Subuh. Selesai Shalat, sambil membereskan bekas lapak kami, dan memanaskan Mesin My Luna, kami berdiskusi mengenai spot berikut yang akan dikunjungi. Diskusi berjalan mengalir dan ternyata spot berikutnya yaitu Tempat Wisata Pantai Karang Tawulan yang masih berada di Tasikmalaya Selatan. Sambil berjalan 30 - 40 KPJ kami berusaha tengok kanan dan kiri mencari warung yang sudah buka untuk sarapan, namun naas selama kurang lebih 10 menit kami tidak menemuinya sampai akhirnya kami tiba di Karang Tawulan.

Sempat Terlewat sekitar 10 meter karena pas jalan menanjak dan memang petunjuk tempat wisatanya tidak terlihat jelas oleh ane yang saat itu memimpin TimTouring, beruntung Tim Touring yang mengingatkan ane dan memberi isyarat bahwa Kami telah sampai di Lokasi. Tanpa pikir panjang ane dan Tim Touring langsung masuk ke dalam tempat wisata Karang Tawulan yang masih tampak sepi nan asri serta tertata lebih rapi dari Lokasi sebelumnya yang Kami kunjungi. Ane dan Tim Touring memarkirkan kendaraan tepat didepan Kedai Kopi, seakan menyambut kami yang sedang kelaparan. Ane pun langsung memesan susu coklat, dan mie instant pake telor.

Sementara sang pemilik kedai menyiapkan pesanan ane sambil menyantap Gehu (Tahu Goreng yang sudah tersedia) berjalan menuju menara pandang bersama Kang Bro Roni kemudian disusul oleh Bro Uchup, sayang pemandangan dari menara pandang kurang maksimal karena terhalang oleh pepohonan yang tinggi-tinggi."...Waaahh,... sekarang dah gak maksimal melihat keindahan alamnya dari sini Bro iwan, Pohon pandan pantainya sudah tinggi-tinggi nih..." seloroh Bro Roni, ane pun hanya berucap, "... oooh begitu, yuk turun coba kit lihat ke tepi karang disana kang !!!". Kami berdua menuju karang menuruni anak tangga yang dipenuhi hijaunya rerumputan.

Tiba di ujung karang.... sungguh Luar Biasa... Ane kaget bukan main dan Spontan berucap "Subhanallah walhamdulillah Walaailaa haillallah wallahuakbar". Ane Speachless dan sangat mengagumi indahnya alam ciptaan ALLAH SWT, ane tertegun melihat ke sekililing karang.. "Subhanallah ane sangat bersyukur diberi kesempatan untuk datang ke Surga dunia ini" gumamku dalam hati. Saat itu juga ane minta kang bro Roni untuk mendokumentasikan keindahan alam ini tentunya ada ane didalamnya.. hehee Narsis.com deh... sedang asyik berfoto ria menggunakan hape kesayangan ane N70, bro uchup menghampiri kami. "... Subhanallah.. Allahu akbar.., indah banget bro disini, pantesan nt berdua betah.. tuh mie nya dah siap hehe..." ane hanya menjawab "udah makan dulu aja sama temen kita yang masih di warung, indah banget nih bro..". Tidak lama kemudian Bro Fredy datang, dan dia pun bilang hal yang sama..."ooo subhanallah bro, pantesan pada betah disini.. sarapan tuh bro" ucap bro Fredy. Setelah perut terasa lapar ane langsung menuju kedai untuk menyantap sarapan yang sudah disiapkan.
Alhamdulillah perut dah terisi, ane dan Tim Touring kembali ke ujung karang seakan enggan beranjak dari tempat yang eksotik ini. Sekali lagi kami mendokumentasikan Karang Tawulan dengan formasi lengkap Tim Touring. Kami seakan tidak ingin melewatkan sedikitpun pemandangan yang luar biasa ini.. ane sempat mengarahkan bro fredy untuk mengambil dokumentasi ke sebelah kanan ane tanpa objek kami didalamnya... dan wooowww hasilnya sangat luar biasa... indah banget bro and sist... Kami semua merasa senang sekali disuguhkan pemandangan yang luar biasa dan tidak akan kami temui di kota Jakarta tempat kami tinggal. Sungguh pesona Karang Tawulan membuat hati kami enggan beranjak meninggalkan Lokasi ini, namun demikian karena waktu pula kami harus meninggalkan tempat yg indah ini. Ane bergegas beres-beres tas ransel sambil memanaskan mesin my black vixy '08, kami didatangi oleh petugas yang menjaga Tempat Wisata ini dan meminta pungutan retribusi, kalo tidak salah 25.000 untuk semua Tim Touring dan kendaraan.. sungguh harga yang sangat murah jika dibandingkan dengan spotnya yg eksotik. Setelah semua siap kami pun berangkat menuju Green Canyon Pangandaran-Ciamis Selatan.

Baru nge-gas beberapa kilometer kami disuguhkan lagi pemandangan yang luar biasa ditambah aspal hotmix yang sudah ciamik bro. Ane meminta Tim Touring berhenti sejenak untuk mengambil dokumentasi. Ane pun mengatur my black vixy membelakangi pantai diikuti oleh Tim Touring yang lainnya. Hanya sebentar memang kami berhenti disini karena Matahari yang sudah meninggi mulai menyengat dengan sinarnya. Namun tak disangka bro and sist.. dokumentasi yang diambil sungguh ciamik, jajaran motor Tim Touring, peserta Tim Touring dan Alam Pantai sebagai bakcground serta langit sebagai payung kami saat itu seakan kompak memperlihatkan indahnya alam selatan jawa barat ini. Mantabbs bro hasilnya.

Kami meninggalkan tempat tadi dan menuju Green Canyon, My Vixy ane ajak jalan dikisaran 50-60 KPJ (ga mau ngebut karena ga mau melewatkan pemandangannya bro), ane ga perduli kondisi aspal yg mulus sudah Hotmix itu. Selama perjalanan ane memperhatikan banyak petunjuk "Jalur Evakuasi", rupanya masyarakat dan Pemerintah setempat sudah benar-benar bersiap jika Tsunami yang pernah menerjang Jalur ini datang kembali (ane harap sih Tsunami sudah tidak akan mampir lagi di bumi Indonesia ini, dialihkan aja tuh Tsunaminya ke Israel). Sekitar 50 menit kami riding dari Karang Tawulan tibalah di pertigaan Batu Karas dan Green Canyon. Kami memutuskan untuk menuju ke Green Canyon saja mengingat hari itu adalah hari jum'at, maksud sih ingin ke Cukang Taneuh sebelum Jum'atan. (Setelah melihat Liputan Holiday di Trans TV ternyata Batu Karas indah juga bro, menyisakan sesal di hati ane kenapa saat itu tidak mampir). 2 menit dari pertigaan tadi kami pun sampai di tempat parkir yang cukup luas dan disana pula berjajar kedai-kedai makanan atau souvenir (kebanyakan sandal pantai dan baju pantai). Kami parkir disalah satu kedai tersebut, dan menanyakan ke pemilik kedai mengenai seluk beluk Cukang Taneuh Green Canyon, informasi yang kami dapatkan ternyata saat itu ditutup untuk umum dan akan buka setelah shalat Jum'at. Kami pun memutuskan sambil istirahat sejenak dan membersihkan tubuh (mandi) kami memesan makanan. Ane, Bro dede, Bro Fredy dan Bro Uchup memesan ikan tongkol bakar, Bro Bruri memesan Nasi Goreng dan Bro Roni memesan Ayam goreng.

Sambil makan terjadi obrolan ringan tapi berbobot antara kami dengan pemilik anak pemilik kedai yang ternyata seorang guide Body Rafting, ane sempet salut kepadanya .. hebat masih muda dan berbisnis... salut kang.. Diskusi dihentikan karena datang rombongan muda-mudi dengan menggunakan Mobil berplat D (Bandung). Waaahhh ada yang geulis-geulis juga akhirnya... hehee setelah 2 malam 2 hari hanya fokus melihat indah pemandangan. Puas santap makanan dan badan sudah bersih, kami bergegas menuju masjid ditemani anak pemilik kedai untuk menunaikan Shalat Jum'at. Rintik Hujan yang turun tidak kami hiraukan. Selesai Jum'atan kami segera ke Loket Perahu yang akan membawa kami ke Cukang Taneuh. Cukang Taneuh itu berarti Jembatan tanah yang terbuat oleh proses alami dimana dari sini kita bisa melihat dinding sungai yang indah sepert Grand Canyon di amerika sana. Dengan membayar Rp 75.000 perahu pun kami naiki, yang seharusnya diisi 5 orang namun kami minta isi 6 orang karena nanggung kalo 1 orang harus terpisah dan kebetulan Bro Uchup badannya lebih kecil jauh dari ane... hehe piss bro.

Selama perjalanan 15 menit di perahu kami disuguhkan pemandangan sungai yang terlihat indah. "Bro.. kayak di Pattaya Thailand nih.." Canda Bro Fredy kepada Tim Touring, ane yang tidak bisa berenang tidak banyak buat gerakan diatas perahu dan hanya mengagumi keindahan sekitar sungai. Akhirnya kami tiba di dermaga tempat parkir perahu-perahu yang membawa wisatawan termasuk kami parkir. Ane sempat berucap " hmmm hebat-hebat yah nahkoda dan navigatornya, ditempat yang cukup sempit itu bisa teratur memarkirkan perahunya (ini bisa jadi contoh bagi bro and sist bikers agar berkendara dengan tertib baik dijalan maupun ketika parkir). Sebenarnya kami diberi waktu 15 menit untuk menikmati keindahan di Cukang Taneuh, namun kami hanya 10 menit berada disana karena sesaknya pengunjung dan juga waktu yang kami kejar agar spot lain dapat kami kunjungi. setelah puas mendokumentasikan dan melihat sekeliling kami kembali ke tempat Loket tadi. Oh iya info nih bro.. kalo kita berada di Cukang Taneuh lebih dari 15 menit akan dikenakan Charge tambahan untuk nahkoda dan navigatornya, berapa besarannya itu tergantung hasil Nego kita dengan mereka.

Sekitar pukul 14.50 kami bergegas menuju Tempat Wisata terdekat yaitu Batu Hiu. sempat bertanya tentang arah jalan menuju Batu Hiu ke warga sekitar dan akhirnya kami dapat informasi bagus. Kami diarahkan ke Batu Hiu melalui jalan warga sekitar, tanpa harus membayar retribusi dan hanya dikenakan tarif parkir saja. Karena di tangki my Vixy dah tipis BBM yang tersisa, ane mengisi BBM di SPBU terdekat dan sangat disayangkan ane tidak bisa menemui BBM Pertamax dan setalah ditanyakan ke petugas SPBU Pertamax ada didepan nun jauh disana kurang lebih 200 KM lagi, walah repot akhirnya isi BBM subsidi Rp 10.000 bersama bro Dede. Kami memutuskan memarkir kendaraan di depan warung bakso, karena sekalian parkir dan menitip barang bawaan kami yang lumayan berat bro and sist. Memasuki mulut ikan Hiu replika kami menuju tangga ke atas bukit karang Batu Hiu. "Loh kok sepi yah Bro.." ucap ane. Angin lumayan berhembus kencang sehingga membuat alunan deburan ombak yang kencang pula. Didalam obyek wisata ini 180 derajat berbanding terbalik dengan Green Canyon yang sesak dengan pengunjung, memang kami hanya menemui 4 orang atau lebih tepatnya 2 pasang muda mudi yang sedang asyik masyuk (ga tau nikmatin indahnya alam atau indahnya pacaran deh) hehee... Kami mendokumentasikan tempat ini dengan latar belakang karang-karang yang indah terbentuk karena ombak dan tentunya batu karang yang konon dulu itu mirip ikan Hiu.
Samudera Hindia yang luas itu ada didepan kami, dan ane sangat menikmati indahnya tempat ini karena pandangan kita luas tanpa batas rasanya. Bulatan bumi terlihat indah disini. Dari sini ane bisa melihat Semenanjung Pananjung atau yang sering dikenal orang banyak Pantai Pangandaran. Sepanjang pantai kami melihat bekas Tsunami yang pernah menghampiri kawasan Pesisir Pangandaran beberapa waktu yang lalu. Bro Uchup beberapa kali mengingatkan ane dan Tim Touring tentang langit yang sudah menghitam. "Bro dah gelap nih kayak mau hujan deras deh" ujar bro uchup, yang dengan enteng ane timpali "Rileks aja bro, angin nya kenceng nih pasti awannya pindah deh, kita nikmati dulu pemandangan disini". Kami terus menelusuri ujung dari Karang Batu Hiu tepat persis didepan Batu Hiu berada, dan mendokumentasikannya. Setelah puas berada di Batu Hiu kami berangkat lagi menuju Pananjung atau yang lebih dikenal Pantai Pangandaran.



Hanya memerlukan waktu 15 menit kami sudah tiba di Pananjung, namun karena kami sudah sering plesir ke dalam Pananjung dan juga karena waktu yang sudah semakin sore kami memutuskan hanya mampir didepan Masjid Raya Pangandaran saja, dimana tempat ini menjadi titik balik perjalanan Touring Susur Pantai 2 Selatan Jawa Barat yang kami lakukan. Sambil asyik berfoto ria didepan masjid, ane mengucap syukur kepada Allah karena setengah perjalanan Touring kali ini sudah terlampaui dengan kondisi sehat wal afiat ane dan tim Touring semua serta tidak lupa juga ane memohon kepada Allah agar melindungi kami selama sisa perjalanan berikutnya. Jam sudah menunjukkan pukul 17.10 kami meninggalkan Pangandaran menuju tempat istirahat selanjutnya yaitu Ciamis dimana itu merupakan kampung halaman ane.

15 menit riding kami berhenti di SPBU untuk menunaikan shalat ashar yang tertunda dan kebetulan bro Roni Vario-nya sudah haus juga. setelah selesai ashar ane dan Tim Touring menggunakan APD dan bersiap melanjutkan perjalanan, namun belum sempat kami jalan adzan maghrib berkumandang kami memutuskan jalan sesudah adzan selesai (Ya Allah hamba mohon ampun karena tidak langsung menunaikan kewajiban saat itu) karena teman-teman merasa kerepotan untuk membuka APD yang sudah terpakai dan memanaskan motor kami beranjak dari SPBU ini menuju pegunungan arah Banjarsari. Kami mematok waktu riding kurang lebih 30 menit kedepan berhenti lagi untuk mencari masjid.
Setelah shalat maghrib dan isya' kami melanjutkan perjalanan menuju kampung halamanku, yah Ciamis.. tiba di Ciamis sekitar pukul 20.30 malam, kami mampir di pedagang kaki lima yang menjajakan Mie Ayam. Mie Ayam tempat langganan ane disaat pulang kampung, disini mie ayamnya enak banget dan menyediakan juga tulang belulang ayam kampung. Untuk 1 porsi mie ayam atau 1 porsi tulang belulang ayam kampung cukup murah yaitu hanya Rp. 8.000,- saja. Sambil menyantap hidangan kami berdiskusi mengenai kegiatan berikut, dan disepakati kalo Ane, Bro Dede, Bro Fredy, Bro Bruri dan Bro Uchup menginap dirumah ane di Ciamis, sedangkan bro Roni menginap di rumah orang tuanya di Kota Tasikmalaya. Tak terasa malam itu jam menunjukkan pukul 22.00 kami beranjak dari Mie Ayam POPO. Hanya 10 menit dengan kecepatan 40 KPJ kami tiba ditempat istirahat, disinilah kami benar-benar istirahat karena tempat terasa nyaman dan berbeda dengan tempat kami beristirahat dan menginap sebelumnya. Hari sudah larut, setelah membereskan administrasi keuangan Touring satu persatu Tim Touring yang sudah mandipun bertumbangan, Bro Uchup yang lebih dulu menjemput mimpinya disusul oleh kami ber-4. Kami pun beristirahat menyongsong Trek esok hari yang siap menguji adrenalin dan skill kami. Info sedikit Sampai disini konsumsi BBM My Vixy baru menghabiskan RP 70.000 shell super (Rp. 6.850/liter) tambah Rp. 5.000 BBM bersubsidi yang diisi sebelum Batu Hiu tadi, dan tangki sengaja dibiarkan untuk diisi Pertamax nanti di kota Tasikmalaya.

Selamat Istirahat Bro and Sist... Maaf yah catatan Touring ane pun harus berakhir sampai disini untuk sementara dan akan bersambung lagi ke bagian 3 nanti... Terima kasih atas attention bro and sist.,., sampai jumpa di catatan Touring Susur Pantai 2 Selatan Jawa Barat bersama ane iwan black Vixy '08 berikutnya...

Bersambung....
Baca Selengkapnya...

Thursday, May 20, 2010

Touring Susur Pantai 2 Pesisir Jawa Barat Selatan


Catatan TOURING SUSUR PANTAI 2 Iwan Black Vixy '08 Bagian 1
Ciledug-Puncak-Cianjur Selatan-Garut-Tasik-Pangandaran-Gn Galunggung-Singaparna-Cijapati-Bandung-Puncak-Ciledug 966 KM. Touring Susur Pantai 2 kali ini mengambil waktu yang cukup panjang yaitu 4 hari, untuk jaga-jaga space hari diperjalanan, dan agar kita dapat menikmati perjalanannya, sesuai dengan moto ane "Touring is Journey Not Destination" dimana Tujuan itu adalah Bonus untuk Ane setelah Menikmati perjalanan selama Touring. Mari kita simak bersama, semoga bisa jadi referensi teman-teman bikers yang ingin menjelajah sisi pantai selatan jawa barat. Selamat menikmati.

Hallo Bro.. Ane harap kabar baik untuk kita semua... Jumpa lagi dengan ane dalam catatan Touring Ane bersama My Black Vixy '08 dan BM2C pastinya. Seperti teman-teman ketahui BM2C mengadakan Touring Susur Pantai 2 dari Tgl 13-16 mei 2010, kali ini mengambil rute favorit petualang. yaitu Ciledug-Parung-Puncak-Cianjur Selatan-sisi pantai-Garut-Tasik-Pangandaran-Tasik Gn Galunggung-Singaparna-Garut kota-Cijapati-Bandung-Cianjur kota-Puncak-Ciledug total perjalanan di kilometer My Black Vixy '08 adalah 966 KM.


Menjelang keberangkatan pastinya ane mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari service My Black Vixy '08 sampai ke APD (Alat Pelindung Diri) yang wajib bikers kenakan. Ane kebetulan memiliki AXO pelindung Lutut dan Sikut, hal ini diikuti oleh anggota Touring yg lain seperti Bro Roni & Bro Fredy, adapun Bro Dede & Bro Uchup menggunakan Pelindung dari FOX, apapun merknya sama2 fungsinya melindungi lutut dan sikut kita.


Tim Touring BM2C kali ini beranggotakan 5 Motor dan 6 personil, Ane dengan My Black Vixy '08, Bro Dede dengan Blue Vixy-nya, Bro Fredy dengan Scorpio merah-nya, Bro Roni dengan Blue Vario-nya, dan Bro Bruri dengan Vega R-nya sedangkan Bro Uchup bertugas sebagai Boncenger yang siap siaga menggantikan Tim yg kelelahan. Tepat pada pukul 00.00 Kamis 13 Mei 2010 Kami Start dari BaseCamp (Inpres 19). Menyusuri pagi buta menurut ane lebih mengasyikkan karena terbebas dari kemacetan. Kami menjemput Bro Bruri yang sudah menanti di dekat Stadion Lebak Bulus.


Baru sampai Parung Tim BM2C bertemu dengan Kelompok Touring kecil yang tidak lain Rombongan adek Ipar ane sendiri yaitu Bro Aar dengan jaket birunya bersama teman2nya. Kami sempat berbicara sesaat menanyakan tujuan masing-masing, Bro Aar bersama teman2nya Touring TekTok ke Puncak, Bro Roni meminta kami untuk berhenti mengisi BBM vario-nya. 3 Kali kami bersinggungan dengan Rombongan Bro Aar. Yang Akhirnya Tim Touring Susur Pantai 2 BM2C mendahului untuk menuju Bogor dan Puncak. Tim Touring BM2C menyusuri terus jalan-jalan yang sangat nikmat di puncak. Kami sangat terbantu dengan Rompi menyala hasil inovasi dari Bro Roni. Kerlap-Kerlip Lampu di Rompinya sangat jelas terlihat indah dan sempat menjadi perhatian Rombongan Touring lain ketika kami menyalip mereka (ada yg nunjuk sambil bilang.. "wahh rompinya bagus tuh") bisa nih jadi pioneer kita bro Roni.


Tak Terasa Puncak pun kami lahap dengan begitu saja, saat Kami berhenti diBunderan Cianjur jam menunjukkan pukul 02.30 (berarti 2,5 jam saja kami dari ciledug sampai bunderan padahal kami tidak ngebut). Kami berhenti diBunderan untuk melihat GPS dan menanyakan Real Rute ke Kedai Kopi yang isinya sopir dan kernet bus karunia bakti. Ane pun bergegas menanyakan Rute yang enak untuk menuju ke SindangBarang (Cianjur Selatan). Sambil menunggu Bro Bruri menghabiskan sebatang Rokoknya, ane berdiskusi sebentar dengan Tim Touring, setelah itu perjalanan dilanjutkan melalui Terminal Pasir Hayam Cianjur (Pertigaan Kanan Sukabumi dan ke kiri terminal Pasir Hayam Cianjur). Kondisi jalan masih bagus dan besar. My Black Vixy '08 terus dipacu sampai akhirnya kami memasuki pegunungan Cibeber lalu ke Desa Suka Maju, sempat terjadi Sliding-sliding Tim Touring termasuk My Black Vixy '08, Alhamdulillah masih bisa dikendalikan dengan baik. Sempat berhenti dan kami perhatikan memang jalanan berpasir (hati2 bro kalo lalui jalan ini), tidak lama berhenti sesaat tadi kami memutuskan untuk beristirahat di Kedai Kopi yang dijaga oleh Sepasang Suami-Istri setengah baya.


Jam menunjukkan pukul 03.45 WIB dan perut sudah minta diisi yang hangat-hangat, ane bersama Tim Touring memesan semangkuk mie instant dan susu panas atau kopi panas, tak terasa Mie Instant pun habis kami lahap karena memang udaranya dingin sehingga menu yang kami pesan cepat dingin. Sambil mengobrol-ngobrol dengan pemilik Kedai Kopi tersebut tak henti-hentinya dia memperhatikan APD yang kami gunakan dan sesekali memegangnya dan berkata.. "wah enak nih pake ini yah" Ane pun menjawab "iya pak, agar safety selama perjalanan". Kami pun larut dalam pembicaraan tanya jawab sampai akhirnya kami tahu Lokasi kami ini sudah 144 KM dari Ciledug dan nama Lokasi tersebut yaitu desa Suka Maju jaya Kecamatan Sukanegara Cianjur. Adzan subuh terdengar dari mesjid disebrang jalan, kami pun bergegas Shalat subuh berjama'ah bergabung dengan warga sekitar dan bedo'a memohon perlindungan dari Allah SWT.


Setelah selesai shalat subuh, diiringi dengan gerimis dipagi hari itu kami berangkat menuju ke tempat selanjutnya. Pagi pun mulai menampakkan dirinya namunu seolah-olah mentari enggan muncul, kami diselimuti kabut yg tebal dengan kondisi jalan berlubang-lubang dan sempit. Ane sempat melabrak Lubang tersebut karena kacamata yang digunakan tertutup embun kabut. Kami pun berhenti sebentar untuk membersihkan kacamata dan kaca helm serta membuka balaclava. Baru berjalan sekitar 15 sampai 20 menit kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa indahnya. Kami melihat sebagian desa Cianjur dibawah sana yang masih diselimuti kabut membuat eksotis alam ini, subhanallah... allahuakbar kata-kata itu meluncur dari mulut ane ketika menyaksikan lukisan alam indah ciptaan Allah SWT. Kami pun bergegas untuk melakukan sesi pengambilan dokumentasi Foto-foto dan syuting Video.


Puas mengambil dokumentasi kami lanjutkan perjalanan melalui pegunungan yang kondisi jalan masih rata-rata berluband disana-sini dan sempit, dan akhirnya memaksa bro Roni melepas Vario-nya mencium lubang, alhamdulillah Bro Roni tidak cedera sedikitpun. Setelah kami pastikan semua baik-baik saja kami bergegas kembali memacu Kendaraan kami berjibaku dengan jalan berlubang nan sempit dan elf serta Truck sedang yang melintas. Lagi-lagi kami disuguhkan pemandangan indah Cianjur, kami berhenti sejenak tepat di sisi Air terjun pinggir jalan raya dan mengambil dokumentasi.


Setelah Riding selama 1,5 jam kami tiba di Sindang Barang. Blue Vario Bro Roni diisi bensin eceran karena memang selepas pertigaan Cianjur-Sukabumi kami tidak menemui SPBU satu pun. Tapi ketika ane lihat jarum BBM My Black Vixy '08 masih full, hanya terpakai 2 literan kurang lebih. Jam menunjukkan pukul 9.00 WIB kami memutuskan istirahat sekalian sarapan di RM Sederhana di tepi Pantai Cidaun. Setelah lahap sarapan dan beristirahat kami lanjutkan ke tempat selanjutnya yaitu Pantai Cijayanti karena menurut penjual BBM eceran disana pemandangannya indah.


Diiringi hujan rintik-rintik kami memacu motor menuju Pantai Cijayanti. Ditengah perjalanan langkah kami terhenti melihat jembatan yang lebar dan lumayan panjang dimana berada sungai dibawahnya, Ane takjub meilhat pemandangan dibawah ada yang menjaring ikan kecil-kecil dan ada yang memasukkan motor ke dalam sungai untuk dicuci, airnya memang sangat bersih.. "andaikan jakarta seperti ini..." bgitu gumamku. Kami lanjutkan perjalanan ke Pantai Cijayanti. memang ada gerbangnya Selamat Datang di Pantai Cijayanti, namun untuk masuk ke dalam tempat tersebut kami belum ditarik bayaran, mungkin karena masih terlalu pagi kami tiba yaitu 9.30 WIB. Ini pertama kali kami menginjakkan kaki di pasir pantai selatan jawa barat. Pasirnya hitam namun bersih dan terdapat batu karang-batu karang diantaranya, kami langsung mengambil dokumentasi, dari tempat ini terlihat dikejauhan Pantai RancaBuaya.


Puas bermain air dan pasir dipantai Cijayanti kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai RancaBuaya. Disini kami dipungut retribusi yang akhirnya kami negosiasikan 20.000 untuk semua Tim Touring, kami segera mencari Spot Gazebo yang enak untuk istirahat dan pemandangannya yang indah. Sesampainya kami di gazebo langsung memarkir rapih kendaraan, lalu merebahkan diri di balai gazebo dan memesan kelapa bulat dengan harga 3.500/kelapa, namun sayang kelapanya sudah tua. Beberapa personil terlihat menikmati ademnya pepohonan disekitar Gazebo dan Semilir angin pantai yang memang memanjakkan diri ini. Beberapa Personil langsung terlelap dalam tidurnya, sementara ane memutuskan untuk buang hajat dan mandi. selesai mandi badan segar kembali dan langsung menunaikan ibadah shalat Dzuhur. selang beberapa menit ngobrol adzan ashar masuk dan kami pun shalat ashar berjamaah di Gazebo. Oh iya lupa bro and sist, di Gazebo itu tertera tarif Rp. 5.000/jam yang menurut pemilik warung, Gazebo itu dikelola oleh Kepala Desa disana. Lalu ane mengambil N70 dan ber-FB ria walaupun sinyal yang didapat kurang kuat, tapi tetap bisa updates status.


Setelah puas menikmati Pantai RancaBuaya yang eksotis kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Santolo-Pameungpeuk Garut. Selama perjalanan lagi-lagi kami disuguhkan pemandangan yang indah dan sempat berhenti untuk dokumentasi foto dan video, "... Subhanallah... ga kalah nih sama Bali" seru Bro Fredy yang diamini oleh seluruh Tim Touring. Berulangkali ane hanya bisa berucap Subhanallah dan bersyukur diberi kesempatan ke tempat yang eksotis ini. Memang indah alam ciptaan Allah SWT ini.


Sekitar pukul 17.30 kami tiba di Pantai Santolo. Penerangan sudah temaram karena sore memasuki malam, setelah lihat-lihat sekitar dan kami rasa cukup kami berpindah spot ke depan halaman LAPAN tempat peluncuran Roket-roket para peneliti Indonesia, Sambil beristirahat dipapan bertuliskan LAPAN terdengar suara adzan maghrib, dan selesai mengambil dokumentasi, kami nge-gas lagi mencari mesjid atau SPBU terdekat. Di SPBU kami shalat maghrib sambil menunggu waktu isya' masuk kami menikmati makan malam dengan menu ayam dan ikan goreng, sambel, lalap-lalapan hijau, serta sayur jamur campur wortel.. (Kami sadar bahwa Bikers sangat perlu asupan Protein untuk menjaga kebugaran selama Touring). Selesai makan kami mencari Info dari para petugas SPBU termasuk kepada Satuan Tugas Pengamanan SPBU, yang akhirnya kami dapat info yang sangat berguna. Mereka memberitahukan kami bahwa sebentar lagi kami akan memasuki kawasan Hutan Karet yang bernama Lawang Sancang, dimana masih terdapat binatang-binatang buas seperti Harimau dan Babi Hutan alias Bagong serta mistis dan magicnya yang masih kental. Kami diperingatkan apabila bertemu binatang-binatang tadi atau yang lain-lain, jangan menyorotkan lampu tetapi bunyikan klakson sekencang-kencangnya saja.


Tepat pukul 20.00 kami meninggalkan SPBU yang memang tutup pukul 20.00 itu menuju Cipatujah Tasik melalui Kawasan Hutan Karet Lawang Sancang. Bro Roni ane posisikan didepan dan ane di posisi kedua disusul bro Bruri, Bro Dede dan Bro fredy bersama tandemnya Bro Uchup. Kami pun memasuki kawasan tersebut dan menurut pengakuan Tim Touring yang lain merasa dag dig dug melalui kawasan tersebut. Memang sempat terlintas dipikiran ane "...kok panjang banget yah kawasan hutan ini..." beberapa kali kami melewati jembatan dan beberapa desa kami lalui, ditengah Hutan kami bertemu Tim Pemburu Bagong yang menurut pangakuan Bro Fredy sudah dapat Buruannya. Beberapa kali ane membunyikan klakson memecah keheningan malam. Sampai akhirnya kami tiba dipertigaan Cipatujah. Oleh Bro Roni kami diarahkan ke dalam Cipatujah namun karena gelap malam kami tidak dapat memantau Pantai Cipatujah yang sudah sepi dari pengunjung maupun Kedai-kedai kopi yang sudah tutup. Oleh Bro Roni kami diarahkan ke Pantai SindangKerta, tiba pukul 22.30 di Pantai SindangKerta Tim Touring berusaha menghangatkan tubuh dengan segelas kopi dan cemilan seadanya di kedai kopi yang masih buka diantara rimbunnya pepohonan. Setelah hangat terasa tubuh kami, Kami menuju Mesjid AlFalah yang berada tepat sebelum masuk Pantai SindangKerta untuk bermalam. Terdengar sayup-sayup dari tempat kami bermalam suara riuh orang-orang yang sedang melakukan kegiatan, lalu lalang warga yang masuk ke mesjid pun membuat kami harus waspada. Kami putuskan untuk menggunakan sistem Ronda dengan 2 Shift (1 shift diberi jatah 2,5 jam untuk tidur) ane kebagian jaga pertama bersama Bro Dede, sambil ngobrol-ngobrol mengingat masa-masa SMU dan Berbincang-bincang tentang BM2C kedepannya. Setelah jam Shift kedua masuk, ane dan Bro Dede pun Tidur beristirahat.. lumayan sebelum subuh tiba..

Bersambung...

Baca Selengkapnya...